SELASA PERTAMA di Desa KKN

21 Januari 2014

selasa pertama di Desa Bulugede, desa yang menjadi tempat aku mengabdi selama kurang lebih 35 hari.

Jika ditotal maka aku sudah tinggal di desa bulugede ini selama 7 hari, sudah seminggu aku tinggal bersama 10 orang teman dari berbagai latar belakang, dari berbagai keanekaragaman dalam berpikir.

Cara berpikir dari 10 orang yang kadang sulit au juga pahami,

7 hari yang sebagian waktunya dihabiskan dengan menjadi pengangguran, iya pengangguran.

benar-benar pengangguran, bukan. ini bukan salah dari siapapun, jika ada yang perlu disalahkan maka itu harusnya aku sendiri.

24 Jam, waktu untukku mengabdi untuk desa ini masih sedikit, masih sulit untuk menerima bahwa disini tidak ada g”green tea frappucino” minuman yang selalu sukses menemani dan menenagkan ketika hal gabut sedang melanda.

oke well, i think this is will be one of my “life changing experience”

karena, ada beberapa hal yang aku rasa berbeda akhirnya setelah 7 hari aku disini.

rasanya seperti sedang “exchange”, exchange antar kota, pertukarang kebiasaan.

satu hal kelemahanku adalah ketidakpeduliaanku terhadap lingkungan, terkadang lebih mengarah ketidakpekaan dan kurang inisiatif.

tapi perlahan-lahan aku belajar tentang peduli.

Peduli untuk mencuci piring sehabis makan, peduli terhadap teman KKN walaupun aku baru mengenal mereka beberapa hari, peduli terhadap anak-anak.

Kepeduliaan terhadap berkembangnya desa diluar tanggung jawabku untuk memenuhi program kerjaku.

kontribusi.

itu hal yang sedang aku tumbuhkan didiriku saat ini, apa arti sebenarnya kontribusi terhadap society.

sungguh desa Bulugede ini merupakan desa yang harus dikembangkan.

dalam hal apapun terutama yang terpenting disini adalah mungkin kontribusi terhadap pendidikan anak-anak di Desa Bulugede.

untuk saat ini aku sedang menjalankan program untuk memberikan bimbingan belajar gratis terhadap anak-anak desa Bulugede ini.

hal yang membuatku kaget adalah antusias mereka dalam belajar sangatlah tinggi, bahkan terkadang semangat mereka melebihi semangatku dalam memberikan bimbingan belajar.

melihat antusias mereka belajar, dengan keterbatasan mereka sungguh membuatku malu terkadang. Mereka tampak  sangat antusias belajar apapun yang diajarkan.

mereka punya cita-cita dan pendidikan lah alat menggapainya.

Jika saja mereka paham satu quote terfavoritku tentang pendidikan, rasa-rasanya aku akan membuatku spanduk besar bertuliskan kalimat

“EDUCATION IS MOST POWERFUL WEAPON WE CAN USE TO CHANGE THE WORLD”

efafd09c24361ff8aef6c3f9d0305118

world , dunia yang tak perlu muluk-muluk seluruh dunia ini.

yang terpenting adalah “dunia” milik anak-anak bulugede disini.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: